Hanya kata


HILANG
Terlalu banyak kenangan ketika hujan…
Tangis dan tawa seperti hujan membasahi kehidupan…

Tak seperti angin yang mengetuk lalu menunggu…
Tak seperti langkah yang terpaksa…
Tak seperti rupa yang tertekuk…
Tak seperti raga yang berbalik..

Namun.. Seperti air hujan di dua rupa...
Seperti hati yang menangis…
Tak rela, karna takdir yang membayar, lalu Hilang…

 


TERJAGA
Raut membusuk…
Dipangkuhan terlindung bayang…
Cemas mengemas semua mimpi…

Air mata…
Diusap oleh raga yang cemas…
Raga yang lelah tlah bangkit…
Merangkul kecemasan



MEMOHON

Engkau dengan jeritan
Menghentikan satu detik kepergian
Engkau dengan buayan
Mencairkan batu yang tak terkalahkan
Engkau dengan dua telapak
Mendatangkan satu telapak
Engkau dengan kedip
Takkan ada yang bisa lupa
Engkau yang tetap belah
Meluluhkan air yang mengalir
 



TAK SEMPAT
Menyongsong untuk tidak mengalir
Menutup untuk tidak menengok
Berdiri untuk menyesal
Berduduk membiarkan terbakar
Lewat, bak bising yang menyapa malam
Tetap berduduk untuk menyesal
Lewat bak ombak menyapa pantai
Adakah sampai penyesalan ?                                          

AKHIR
Tak seperti semut berpapasan
Melangkahkan dan menjauh
Pada itu semua belah
Bergetar dan  memberi kenyataan
Bergerak dan membiarkan
Pada itu semua retak
Saat kedua telapak menyatu
Semoga yang diatas tepat menentu                                                                    




Puisi yang dibikin atas hasil pemikiran saya sendiri, entah kenapa saya bisa bikin kaya gituan-_- Puisi itu udah lama saya bikin di buku' entah kapankah itu, eh malah ketemu lagi tuh buku, trus saya baca puisinya, dan saya ga ngerti apa arti puisi itu, dah lama soalnya(-___-"

Comments

Popular Posts